Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Cemaran Escherichia coli pada es batu pedagang minuman di Kabupaten Bangli

Abstract

Background: Food products, especially drinking water, can become a source of infection called waterborne disease. This can be caused by infectious agents, especially E. coli bacteria, which have a high level of resistance in water and also a high prevalence of disease caused by these bacteria. Ice cubes were one of the food ingredients made from drinking water and were used in Indonesia to cool drinks or create cold drink creations. There had been no research that discussed the level of bacterial contamination in Bangli Regency. Evaluation of the prevalence of E. coli bacterial contamination in ice cubes is the aim of this research which was conducted in Bangli Regency in 2023.

Methods: The cross-sectional descriptive approach was the method chosen in this research. Samples in the form of ice cubes were taken from 30 traders in Bangli Regency with 7-8 samples taken from each sub-district. The samples were cultured with LB media for the MPN test procedure and EMBA. This procedure was done to detect the E. coli in the samples. The culture in the media with pictures of colonies suspected of being positive for related bacteria was conducted. The data collected was then analyzed descriptively to determine the positive percentage of E. coli on the ice cube.

Results: In 30 samples, positive sample results were obtained as many as 5 (16.67%) of all samples tested.

Conclusion: There was E. coli contamination in ice cube samples taken from beverage traders in Bangli Regency as many as 5 samples (16.67%).

 

Latar Belakang: Waterborne disease didefinisikan sebagai penyakit infeksi yang disebarkan melalui air minum maupun produk makanan yang terbuat dari air minum, termasuk makanan, peralatan makan dan memasak dengan air yang dikontaminasi oleh agen infeksi, khususnya bakteri E. coli, yang memiliki tingkat ketahanan yang tinggi di air dan juga prevalensi penyakit yang disebabkan oleh bakteri tersebut yang juga terbilang tinggi. Es batu merupakan salah satu bahan makanan yang terbuat dari air minum dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Belum ada penelitian yang membahas mengenai tingkat kontaminasi bakteri tersebut di Kabupaten Bangli. Evaluasi terhadap prevalensi kontaminasi bakteri E. coli pada es batu merupakan tujuan dari penelitian ini yang dilakukan di Kabupaten Bangli pada tahun 2023.

Metode: Pendekatan cross-sectional descriptive merupakan metode yang dipilih pada penelitian ini. Sampel berupa es batu diambil dari 30 pedagang di Kabupaten Bangli dengan masing-masing kecamatan diambil sebanyak 7-8 sampel. Sampel dikultur dengan media LB untuk prosedur uji MPN serta EMBA untuk mengidentifikasi keberadaan E. coli. Serta dilanjutkan dengan kultur pada media dengan gambar koloni yang dicurigai positif mengandung bakteri terkait. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui persentase sampel yang positif mengandung bakteri.

Hasil: Pada 30 sampel didapatkan hasil sampel positif tercemar bakteri E. coli sebanyak 5 (16,67%) dari seluruh sampel yang diujikan.

Simpulan: Terdapat cemaran E. coli pada sampel es batu yang diambil pada pedagang minuman di Kabupaten Bangli sebanyak 5 sampel (16,67%).

References

  1. Liu Q, Li X, Li W, Du X, He JQ, Tao C, et al. Influence of carbapenem resistance on mortality of patients with Pseudomonas aeruginosa infection: A meta-analysis. Sci Rep. 2015;5(June):1–10.
  2. Sasmana IGAP, Halim W, Jaya NKAAS, Atmaja MAK, Ergar C, Sutedja JC, et al. Knowledge Level of COVID-19 Prevention in Banjar Gambang Communities, Seraya Village, Karangasem, Indonesia. Althea Med J. 2023;10(2):61–8.
  3. Khairunnida GR, Rusmini H, Maharyuni E, Warganegara E. Identifikasi Escherichia coli Penyebab Waterborne Disease pada Air Mimun Kemasan dan Air Mimunm Isi Ulang. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2020;12(2):634–9.
  4. Ikrimah I, Maharso M, Noraida N. Hubungan Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga Dengan Kejadian Diare. J Kesehat Lingkung J dan Apl Tek Kesehat Lingkung. 2019;15(2):655–60.
  5. Wuisan C, Rampengan SH, Korompis M. Factors related to the implementation of universal precautions by nurses in the inpatient unit (IRINA F) Prof. Dr. R. D. Kandou Central General Hospital Manado. Bali Med J. 2017;6(1):68.
  6. Yin R, Cheng J, Wang J, Li P, Lin J. Treatment of Pseudomonas aeruginosa infectious biofilms: Challenges and strategies. Front Microbiol. 2022;13(August):1–16.
  7. Wiguna IGWW, Darwinata AE, Pinatih KJP, Fatmawati NND. Contamination of Escherichia coli, Salmonella sp. and Vibrio sp. on ice cubes at food stalls in Karangasem Regency, Bali Province in 2021. Intisari Sains Medis. 2022;13(1):280–3.
  8. Astya HH. Hubungan status gizi dengan lama diare anak dengan diare akut di ruang rawat inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. J Gadjah Mada. 2007;
  9. Primayani D. Status Gizi pada Pasien Diare Akut di Ruang Rawat Inap Anak RSUD SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Sari Pediatr. 2009;11(2):90–3.
  10. Muttaqin MZ. Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Di Rsud Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. J Kesehat Nas. 2021;3(1):4–12.
  11. Kementerian Kesehatan RI. Situasi diare di Indonesia. J Bul Jendela Data Inf Kesehat. 2011;2:1–44.
  12. Sadeva IGKA, Wulandari PA, Prasetyo AV, Wahyuntika LPN, Rahadi PNK, Sasmana IGAP, et al. Analysis of antiquorum-sensing and antibiofilm activity by pomelo peel extract (Citrus maxima) on multidrug-resistance Pseudomonas aeruginosa. Biomed. 2022;12(4):20–33.
  13. Tandio DA, Manuaba AP. Safety Procedure for Biosafety and Controlling a Communicable Disease: Streptococcus Suis. Bali Med J. 2016;5(2):74.
  14. Prasetiyono BWHE, Mulyono M, Widiyanto W. Methionine Hydroxy Analog Supplementation to Increase Feed Utilization for Indigenous Sheep. J Sain Vet. 2020;38(1):55.
  15. Pusparini N, Waturangi DE, Usia T, Nikastri E. Genetic diversity of Escherichia coli isolated from ice cube production sites. BMC Res Notes. 2018;11(1):4–11. Available from: https://doi.org/10.1186/s13104-018-3737-3
  16. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Epidemiologi Penyakit Diare pada Balita. 2009.
  17. Desyanti, Chamilia TSN. Hubungan Riwayat Diare dan Praktik Higiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya. Amerta Nutr. 2017;243–251.
  18. Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Profil Kesehatan Provinsi Bali 2017. 2017.
  19. Nur J, Asri Winarsih D. Identifikasi Bakteri Escherichia Coli Pada Es Batu Di Wilayah Bojong Raya, Cengkareng Jakarta Identification of Bacteria Escherichia Coli on Ice Cubes in the Region Bojong Raya, Cengkareng Jakarta Barat. J Wiyata Penelit Sains dan Kesehat. 2018;4(2):151–6. Available from: https://ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/187
  20. Hampikyan H, Bingol EB, Cetin O, Colak H. Microbiological quality of ice and ice machines used in food establishments. J Water Health. 2017;15(3):410–7.
  21. Rifta R, Budiyono, Darundiati YH. Studi Identifikasi Keberadaan Escherichia Coli Pada Es Batu Yang Digunakan Oleh Pedagang Warung Makan Di Tembalang. J Kesehat Masy. 2016;4(2):176–85.
  22. Hidayah H, Mursal ILP, Susaningsih HA, Amal S. Analisis Cemaran Bakteri Coliform dan Identifikasi Escherichia coli pada Es Batu Balok di Kota Karawang. Pharma Xplore J Ilm Farm. 2022;7(1):54–68.

How to Cite

Sanjaya, I. M. B., Budayanti, N. N. S. ., Fatmawati, N. N. D. ., & Mayura, I. P. B. . (2024). Cemaran Escherichia coli pada es batu pedagang minuman di Kabupaten Bangli. Intisari Sains Medis, 15(1), 159–163. https://doi.org/10.15562/ism.v15i1.1954

HTML
0

Total
0

Share

Search Panel

I Made Bagus Sanjaya
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Ni Nyoman Sri Budayanti
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Ni Nengah Dwi Fatmawati
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


I Putu Bayu Mayura
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal