Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Efek minyak rosemary (Rosmarinus officinalis l.) dalam mempersingkat waktu reaksi sederhana pada laki-laki dewasa

Abstract

Introduction: Rosemary is one kind of plant that is currently used as a fragrance and spice food. Part of the plant used is the leaves. Rosemary leaves yield a volatile oil containing active compounds that have an effect on the excitation of the central nervous system (CNS). Excitation in the CNS will improve reaction time. The purpose of this study was to assess the effect of rosemary essential oil in improving simple reaction time on adult male.

Method: This research is a quasi experimental research using human subjects. The study design was a pre-test and post-test, was done to 30 males aged from 18-25 years old. Data were measured as reaction time to red light, yellow light, green light, and blue light, high tones and low tones. Measurement of the reaction time was 5 minutes after the subjects were asked to inhale rosemary oil with a distance of 2 cm in front of the nose. Data was analyzed by using paired " t " test with α = 0.05.

Result: The results obtained after inhaling rosemary essential oil shows a simple reaction time on red light (0.115 seconds), yellow (0.129 seconds), green (0.132 seconds), blue (0.142 seconds), high tone (0.115 seconds) low tone (0.125 seconds), significantly shorter than the previous, with red (0.250 seconds), yellow (0.263 seconds), green (0.276 seconds), blue (0.290 seconds), high tone (0.264 seconds) low tone (0.287 seconds), with p <0.01.

Conclusion: The conclusion of this study is that rosemary essential oil improves simple reaction time on 30 adult men.

 

Pendahuluan: Rosemary adalah salah satu jenis tanaman yang saat ini banyak digunakan sebagai pewangi dan bumbu masakan. Bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah daun. Daun rosemary menghasilkan minyak atsiri yang mengandung senyawa aktif yang memiliki efek eksitasi pada sistem saraf pusat (SSP). Eksitasi pada SSP akan meningkatkan waktu reaksi. Tujuan penelitian ini adalah menilai efek minyak rosemary dalam mempersingkat waktu reaksi sederhana (WRS) pada laki-laki dewasa.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental dengan menggunakan subjek penelitian manusia. Desain penelitian ini adalah pre-test dan post-test, dilakukan pada 30 orang laki-laki yang berumur 18-25 tahun. Data yang diukur adalah waktu reaksi terhadap cahaya warna merah, kuning, hijau, biru, nada tinggi dan nada rendah, pengukuran waktu reaksi dilakukan 5 menit setelah subjek menghirup minyak rosemary dengan jarak 2 cm di depan hidung. Analisis data menggunakan uji “t” berpasangan dengan α = 0.05.

Hasil: Penelitian ini menunjukkan setelah menghirup minyak rosemary menunjukkan waktu reaksi sederhana cahaya warna merah (0,115 detik), kuning (0,129 detik), hijau (0,132 detik), biru (0,142 detik), nada tinggi (0,115 detik) nada rendah (0,125 detik), lebih singkat secara signifikan dari sebelumnya yaitu merah (0,250 detik), kuning (0,263 detik), hijau (0,276 detik), biru (0,290 detik), nada tinggi (0,264 detik) nada rendah (0,287 detik),  dengan p<0.01.

Simpulan: Minyak rosemary mempersingkat WRS pada laki-laki dewasa.

References

  1. Ganong WF. Review of Medical Physiology. United States of America : McGraw-Hill Companies; 2003.
  2. Primadiati R. Aromaterapi: perawatan alami untuk sehat dan cantik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2002.
  3. Price S, Price L. Aromaterapi bagi profesi kesehatan. Jakarta : EGC, 1997.
  4. Jimbo D, Kimura Y, Taniguchi M, Inoue M, Urakami K. Effect of aromatherapy on patients with Alzheimer's disease. Psychogeriatrics. 2009;9(4):173-9. doi: 10.1111/j.1479-8301.2009.00299.x.
  5. Guyton AC, Hall JE. Textbook of Medical Physiology. New York : Elsevier; 2010.
  6. Duus P. Topical Diagnosis in Neurology. New York: Thieme; 2005.
  7. Grosjean M, Rosenbaum DA, Elsinger C. Timing and reaction time. J Exp Psychol Gen. 2001;130(2):256-72. doi: 10.1037//0096-3445.130.2.256.
  8. Jain A, Bansal R, Kumar A, Singh KD. A comparative study of visual and auditory reaction times on the basis of gender and physical activity levels of medical first year students. Int J Appl Basic Med Res. 2015;5(2):124-7. doi: 10.4103/2229-516X.157168.
  9. Draheim C, Mashburn CA, Martin JD, Engle RW. Reaction time in differential and developmental research: A review and commentary on the problems and alternatives. Psychol Bull. 2019;145(5):508-535. doi: 10.1037/bul0000192.

How to Cite

Willy, W., Telussa, A. S. ., & Datusanantyo, R. A. . (2024). Efek minyak rosemary (Rosmarinus officinalis l.) dalam mempersingkat waktu reaksi sederhana pada laki-laki dewasa. Intisari Sains Medis, 15(1), 304–307. https://doi.org/10.15562/ism.v15i1.1990

HTML
0

Total
0

Share

Search Panel

Willy Willy
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Arley Sadra Telussa
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Robertus Arian Datusanantyo
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal