Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Manajemen konservatif trauma tumpul okuli komplikasi Traumatic Optic Neuropathy pada anak : laporan kasus

Abstract

Background : Ocular trauma is one of ophthalmologic emergency cases, traumatic optic neuropathy (TON) is a vision threatening caused by either ocular or head trauma.

Case presentation : A boy, 10 years old, left eye (OS) has blury vision with suddenly, pain, redness, chemosis, edema cornea, chamber oculi anterior has deep, hyphema (+), regular iris, dilatation of pupil (+), pupil reflect (-), relative afferent pupillary defect (-), iris pigment of lens (+), fundus reflect (+), difficult evaluated papil N II. Ocular movement is well, pain movement (-), intraocular pressure with palpation ODS are normal. CT scan result has hyperdense lesion at optic disc ocular sinistra, which means papil disc optic suspected contusion. Conservative managements such as hospitalization, bedrest, methylprednisolone iv 250 mg every 6 hour during 3 days and other drugs regiment as therapy.

Conclusion : TON is a clinical diagnosis and each mechanism of the injusry could affect its management and prognosis. Ocular trauma with TON in children, corticosteroid therapy can be used.

 

Pendahuluan : Trauma mata merupakan kasus kegawatdaruratan mata, traumatic optic neuropathy (TON) mengancam penglihatan disebabkan oleh cedera okuli dan kepala.

Laporan kasus: Laki-laki, 10 tahun, mata kiri mengalami penurunan penglihatan secara mendadak disertai nyeri, merah dan bengkak setelah terkena ketapel batu. Pemeriksaan visus okuli sinistra 2/60, hematom palpebra minimal, konjungtiva kemosis, kornea edema, bilik mata depan dalam, hifema (+), iris regular, pupil dilatasi (+), refleks pupil (-) relative afferent pupillary defect (-), lensa pigmen iris (+), refleks fundus (+) papil N II sulit dievaluasi. Gerakan bola mata baik, nyeri gerak (-), palpasi tekanan intraokular ODS normal. Pemeriksaan CT scan terdapat corakan hiperdens optik disk mata kiri, kecurigaan kontusio papil saraf optik. Tatalaksana konservatif rawat inap, bedrest, pemberian metilprednisolon intravena 250 mg tiap 6 jam selama 3 hari dan obat penunjang lainnya.

Kesimpulan :  TON merupakan diagnosa klinis dan setiap pola cedera mempengaruhi prognosis dan tatalaksana. Pada kasus trauma okuli dengan TON pada anak, penggunaan kortikosteroid dapat lakukan.

References

  1. Novita D, Yusran M. Seorang laki-laki 25 tahun dengan trauma tertutup bola mata: Laporan kasus. Medula. 2021;11:87-90.
  2. Hasibuan IRR, Sari RH. Anatomi dan Fisiologi Jaras Penglihatan. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo. 2022. Tersedia di: https://perpustakaanrsmcicendo.com/wp-content/uploads/2022/10/S23-1.pdf.
  3. Murti JK, Kurniati KI, Himayani R. Traumatic Optic Neuropathy. Unram Medical Journal. 2023;12:1355-58.
  4. Karimi S, Arabi A, Ansari I, Shahraki T, Safi S. A systematic literature review on traumatic optic neuropathy. J Ophthalmol. 2021;2021:5553885
  5. Paramita Wijayati M, Nusanti S, Sidik M. Neuropati optik traumatik: gambaran 13 kasus berdasarkan radiologi dan awitan terapi kortikosteroid di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. OI. 2021;47(2):58–65.
  6. Goldenberg-Cohen N, Miller NR, Repka MX. Traumatic optic neuropathy in children and adolescents. Journal of American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus. 2004;8(1):20–7.
  7. Bhatti TM. Neuro-ophthalmology. Bhatti TM, Khan AO, Chen JJ, Chang TCP, Danesh-Meyer HV, El-Dairi M, dkk, penyunting. American Academy of Ophthalmology; 2023.
  8. Miller NR. Traumatic Optic Neuropathy. J Neurol Surg B Skull Base. 2021;82(01):107–15.

How to Cite

Sari, N., & Samosir, A. T. (2024). Manajemen konservatif trauma tumpul okuli komplikasi Traumatic Optic Neuropathy pada anak : laporan kasus. Intisari Sains Medis, 15(1), 463–468. https://doi.org/10.15562/ism.v15i1.2003

HTML
0

Total
0

Share

Search Panel

Nila Sari
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal


Alexander Theodore Samosir
Google Scholar
Pubmed
ISM Journal